Manfaat Joging untuk kesehatan


Manfaat Joging untuk kesehatan - Memiliki tubuh bugar dan sehat sebenarnya bisa diraih dengan cara sederhana. Sesuatu seperti joging selama 20 menit setiap hari bisa berdampak besar bagi kesehatan. Bahkan jika Anda sudah punya jadwal olahraga lain atau sudah merasa memiliki bentuk tubuh ideal, melakukan joging 20 menit setiap hari sama sekali tak ada ruginya. Seperti apa, simak ulasan Indonesia Newz Berikut ini.

Ketahui apa saja manfaat melakukan joging 20 menit setiap hari:

- Membakar lemak
Cara utama untuk mendapatkan bentuk perut berbuku enam adalah jika Anda bisa menghilangkan lemak tubuh sehingga bentuk perut lebih terlihat. 

Joging merupakan jenis olahraga aerobik, ini berarti saat Anda melakukannya, tubuh akan memompa oksigen ke seluruh tubuh untuk membakar lemak dan mengubahnya menjadi energi. Joging 20 menit setiap hari juga akan membantu kita menghasilkan defisit kalori sehingga lemak cepat tersingkir.

- Mengurangi lelah
Pada tahun 2008, peneliti dari Universitas Georgia melakukan studi dan menemukan bahwa orang yang melakukan joging 20 menit tiga kali dalam sehari mengalami peningkatan level energi sampai 65 persen. 

- Menyehatkan jantung
Joging sering disebut olahraga kardiovaskular karena meningkatkan detak jantung dan mendorong paru-paru bekerja dengan kapasitas tertingginya. Joging juga akan menguatkan seluruh otot tubuh. Latihan ini juga akan mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, bahkan mencegah diabetes.

- Membuat gembira
Mereka yang rutin melakukan joging 20 menit setiap hari bukan cuma lebih sehat, melainkan juga lebih gembira. Peningatan energi yang dirasakan juga akan membuat Anda lebih percaya diri. Rutin berolahraga juga memicu otak melepaskan hormon antistres.

Berapa lama olahraga yang harus dilakukan untuk membakar kalori dari sekaleng minuman soda? Ternyata Anda perlu melakukan olahraga berdurasi 50 menit jika tak ingin gemuk gara-gara kebiasaan mengasup softdrink.

Masih terkait dengan upaya mencegah epidemi obesitas, para peneliti dari Johns Hopkins University menyimpulkan bahwa menuliskan durasi olahraga yang wajib dilakukan di setiap kemasan makanan dan minuman efektif untuk mengurangi keinginan ngemil.

Mereka mengklaim mencantumkan aktivitas fisik yang setara dengan jumlah kalori yang diasup jauh lebih efektif dibandingkan hanya menuliskan jumlah kalori yang terkandung dalam produk makanan atau minuman.

Untuk menguji teori tersebut mereka memasang tiga peringatan berbeda untuk sebuah produk makanan. Peringatan itu dipasang di kaca toko sehingga mudah dibaca para konsumen remaja yang menjadi target mereka. 

Peringatan pertama menuliskan sekaleng soda mengandung 250 kalori. Kedua menyatakan dalam sekaleng soda terdapat kalori 10 persen dari rekomendasi kalori harian. Sementara itu peringatan ketiga menyebutkan bahwa kita harus melakukan joging 50 menit untuk membakar kalori dari soda ini.

Ternyata peringatan ketiga jauh lebih efektif. Mungkin karena lebih mudah dimengerti dan konsekuensi yang harus ditanggung terasa memberatkan. 

Sebelumnya, penelitian menunjukkan bahwa informasi nutrisi yang terdapat dalam kemasan soda telah memangkas penjualan sampai 40 persen. Dengan ditambahkannya peringatan berupa konsekuensi olahraga diperkirakan akan menurunkan penjualan sampai 50 persen.

Mungkin Anda pernah mendengar nasihat yang menyebutkan melakukan joging bertelanjang kaki bisa mengurangi cedera sendi. Sebenarnya pendapat itu keliru.

Berlari atau joging tanpa alas kaki justru akan mempermudah cedera pada lutut dan pergelangan kaki. Terutama, bila dilakukan di landasan yang keras, misalnya aspal. Selain itu, juga akan membuat lengkung telapak kaki (foot arch) menjadi turun.

Dalam batas-batas tertentu, joging tanpa alas kaki memang dapat membantu meregangkan otot-otot telapak kaki, sekaligus memperkuatnya. Akibatnya, peredaran darah jadi lebih baik. Namun, bila dilakukan dalam waktu yang panjang, kebiasaan ini malam menjadi beban bagi keki. Apalagi bila pelakunya memiliki berat badan berlebih atau mengalami gangguan bentuk telapak kaki.

Di situlah pentingnya sepatu dalam membantu telapak kaki yang bermasalah, misalnya flatfoot, high arch foot, tip toe, dan lain-lain. Penggunaan sepatu dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang ditimbulkan akibat tekanan besar dan lama, akibat bertelanjang kaki.

Kesimpulannya, joging tanpa alas kaki tidak selalu berdampak baik bagi semua orang. Dan, sepatu tidak selamanya hanya untuk bergaya, seperti yang dikenal saat ini. Tapi, lebih penting lagi, punya fungsi perlindungan bagi kaki.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment